Total Tayangan Laman

Jumat, 20 Mei 2011

Percobaan (Kalorimeter)


MENGHITUNG DH DENGAN MENGGUNAKAN KALORIMETER

       I.            Tujuan
Untuk mengetahui jumlah kalor reaksi antara larutan HCl dan larutan NaOH

    II.            Landasan teori

Penentuan kalor reaksi secara kalorimetris dilakukan dengan suatu alat yang disebut kalorimeter. Pengertian dari penentuan kalor reaksi secara kalorimetris adalah kalor reaksi yang ditentukan (diukur) dari perubahan suhu larutan dan kalorimeter dengan menggunakan prinsip perpindahan kalor.
Ada 2 metode dalam penentuan kalor reaksi secara kalorimeter, yaitu kalorimetri pembakaran dan kalorimetri reaksi. Kalorimeter yang digunakan untuk eksperimen metode kalorimetri pembakaran menggunakan kalorimeter tipe bom. Sedangkan,Kalorimeter yang digunakan untuk eksperimen metode kalorimetri reaksi menggunakan kalorimeter tipe reaksi.
Kalorimeter terdiri atas penangas air dengan dinding isolasi dan bejana reaksi yang terendam dalam air. Kenaikan suhu diukur dengan termometer. Yaitu sebesar kapasitas kalor dari kalorimeter dikalikan dengan suhu.
Energi yang dilepas (negatif) dan yang diperlukan (positif) dapat dihitung dengan menggunakan  rumus :
Q= m x C x DT




Kalor Reaksi (DH) dapat ditentukan dengan menggunakan rumus :
ü      Untuk reksi eksoterm bernilai negatif
DH= - ( qlarutan + qkalorimeter )
ü      Untuk reksi endoterm bernilai positif
DH= ( qlarutan + qkalorimeter )
Atau dengan cara membagi energi kalor (Q) dengan jumlah mol (n) :


 III.            Alat dan Bahan:

Alat
ü      2 Gelas Ukur
ü      2 pipet
ü      Termometer
ü      Kalorimeter
Bahan
ü      25 ml larutan HCl
ü      25 ml larutan NaOH



 IV.            Cara Kerja:
Ø      Siapkan semua alat dan bahan
Ø      Tuangkan larutan HCl dan larutan NaOH kedalam kedua gelas ukur menggunakan pipet yang berbeda agar tidak tercampur larutannya.
Ø      Masukkan termometer ke larutan HCl amati suhu nya (suhu awal)
Ø      Bersihkan termometer
Ø      Masukkan termometer ke larutan NaOH amati suhu nya (suhu awal)
Ø      Bersihkan termometer
Ø      Masukkan kedua larutan kedalam kalorimeter kemudian diaduk
Ø      Masukka thermometer dan amati suhunya (suhu akhir)

    V.            HASIL PENGAMATAN

No.
Larutan
Suhu awal (To)
Suhu akhir (T1)
1
HCl
29oC

Setelah direaksikan
2
NaOH
30oC
Suhu total
29,5oC
34oC

 VI.            ANALISIS
DT= suhu akhir – suhu awal
= 34oC - 29,5oC
= 4,5oC
Untuk mencari massanya :
VHCl     = 25ml              m = 25 gr

VNaOH = 25ml              m = 25 gr


 m = r x V
= 1 x 25 ml
= 25 gr
Maka m = 25 + 25 = 50 gr
C = 4,2 JK-1g-1
Karena suhu akhirnya lebih besar daripada suhu awalnya maka termasuk Eksoterm dan bernilai negatif
Q= - m x C x DT
= - 50 x 4,2 x 4,5
= - 945 J
Karena qkalorimeter nya tidak diketahui maka untuk mencari kalor reaksi (DH) menggunakan rumus :

Mencari nilai n (mol) :
Misalkan Molaritas :
MHCl     = 1M
MNaOH = 1M
Maka menggunakan rumus :
n = V x M
maka,
n HCl     = 0,025 x 1
               = 0,025 mol
N NaOH = 0.025 x 1
                = 0,025 mol
Apabila nilai mol sama maka ambil salah satu nilai sedangkan apabila nilai mol berbeda maka ambil nilai mol terkecil.
Volume terlebih dahulu diubah dari mililiter menjadi liter
Maka, delta H = q / n

 = - 37800 J / mol
 = - 37,8 KJ / mol


VII.            Kesimpulan

ü             Apabila perubahan suhu akhir lebih tinggi dari suhu awal maka termasuk reasi eksoterm, maka energi kalor (DH)  nya bernilai negatif
ü             Sebaliknya apabila suhu awal lebih tinggi dari suhu akhir maka termasuk reasi endoterm, maka energi kalor (DH)  nya bernilai positif

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar